SUARA GEMILANG NUSANTARA
Kerinci – Isu menyusutnya debit air Danau Kerinci kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah warga dan tokoh masyarakat menilai telah terjadi perubahan ekosistem yang berdampak pada kehidupan nelayan dan sektor pertanian di sekitar danau.
Salah satu tokoh masyarakat Kerinci di perantauan yang juga Ketua DPW Provinsi Jambi LSM Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi (Tamperak), Fachrurrozi Sukmana—yang akrab disapa Rozi—menyampaikan keprihatinannya saat dihubungi media ini.
Menurut Rozi, perubahan debit air diduga berkaitan dengan pembangunan bendungan untuk pembangkit listrik yang berada di aliran danau. Ia menilai perlu ada kajian ulang secara komprehensif, baik dari sisi lingkungan maupun regulasi.
“Kami melihat kondisi Danau Kerinci saat ini tidak baik-baik saja. Debit air yang keluar lebih besar dibanding yang masuk. Dampaknya dirasakan nelayan dan petani,” ujarnya.
Namun demikian, ia juga menegaskan bahwa perusahaan tidak bisa serta-merta disalahkan apabila kegiatan tersebut telah mengantongi izin resmi dari pemerintah daerah dan instansi terkait.
“Kalau perusahaan ini legal dan sudah mendapat izin dari pemerintah, tentu prosesnya melalui mekanisme yang ada. Tapi pemerintah juga harus memastikan fungsi ekologis danau tetap terjaga,” tambahnya.
Secara regulatif, perlindungan danau dan kawasan sempadannya telah diatur dalam berbagai ketentuan perundang-undangan tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Negara memiliki kewenangan untuk mengatur pemanfaatan sumber daya air guna mencegah kerusakan dan perubahan fungsi ekosistem.
Rozi menyebut, perubahan pola aliran air yang tidak seperti sebelumnya menjadi salah satu indikator adanya gangguan ekosistem. Ia meminta pihak-pihak berkompeten melakukan kajian ilmiah terbuka agar keseimbangan debit air dapat kembali normal.
Danau Kerinci selama ini menjadi salah satu ikon wisata dan sumber penghidupan masyarakat Kabupaten Kerinci, selain kawasan perkebunan teh Kayu Aro dan wisata Gunung Kerinci. Perubahan kondisi danau dinilai dapat berdampak pada ekonomi daerah.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Kerinci maupun instansi teknis terkait mengenai kondisi terkini debit air dan hasil kajian lingkungan atas proyek yang dimaksud. Upaya konfirmasi masih dilakukan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama DPRD dan instansi teknis melakukan evaluasi terbuka dan transparan, agar kelestarian Danau Kerinci sebagai aset ekologis dan ekonomi tetap terjaga.
(TIMKALONG99)







