Hina Adat,, Puluhan Masyarakat Turun Pagar Jalan CPO PT. GKM

SUARA GEMILANG NUSANTARA 

Sanggau Kalbar || Masyarakat Desa Kuala, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, Kalbar. Pada 14 Februari 2025. Melakukan pemagaran jalan CPO PT. GKM. Pemagaran tersebut di awali dengan ritual Adat yang dipimpin oleh seorang tetua (Tukang Pomang).

Masyarakat melakukan pemagaran jalan CPO milik PT. Global Kalimantan Makmur (GKM) buntut dari dugaan pencurian yang di tuduhkan pihak perusahaan kepada salah satu warga pada saat memanen sawit pribadi dan sawit milik perusahaan yang diduga di telantarkan oleh pihak perusahaan.

Dari kasus tersebut telah di selesaikan secara adat oleh pengurus DAD Kecamatan Kembayan bersama Tumenggung, Pengurus Adat dan pemangku wilayah dengan pihak perusahaan bersama terduga pelaku Pencurian  pada 8 Februari 2025 di rumah Adat Dusun Jemongko.

Dari hasil tersebut pihak masyarakat yang diduga telah melakukan pencurian TBS tersebut telah di kenakan sangsi adat dan di terima oleh semua pihak atas keputusan yang di berikan.

Tetapi berselang sehari setelah keputusan adat yang sudah disepakati bersama sama, pihak perusahaan PT. GKM menolak dan tidak menerima hasil adat tersebut pada saat Pengurus Adat dan Tumenggung dan kepala wilayah mengantarkan Adat tersebut ke pihak perusahaan.

Dari buntut ditolaknya Adat tersebut, masyarakat dan para pemangku adat merasa tidak di hargai. Dengan tidak di hargai oleh pihak perusahaan maka masyarakat melakukan pemagaran jalan.

Menurut Alexander selaku ahli waris dari terduga pelaku pencurian mengatakan bahwa pihak perusahaan tidak lagi menghargai kearifan lokal seperti pepatah dimana bumi dipijak dan disitu juga langit di junjung.

“Pihak Perusahaan selalu mengutamakan permasalahan ke pihak kepolisian dengan melaporkan masyarakat kecil hingga harus mendekam di jeruji besi,dan tidak sama sekali memanusiakan manusia sebagai manusia,seolah olah perusahaan hadir sebagai pencabut nyawa di wilayah kami cetus Alexander dengan nada kesal.

Seharusnya masyarakat adat dihargai di wilayah ini tetapi sebaliknya masyarakat adat bagikan sampah dimata perusahaan hingga sedikit aja masyarakat buat kesalahan selalu dihakimi bagaikan bukan manusia.

Masih terang Alexander, Sebelumnya pada tanggal 16 Januari 2025 telah terjadi dugaan pencurian yang dilakukan salah satu masyarakat. Dan pada tanggal 17 Januari 2025 telah di lakukan pertemuan di rumah milik pelaku bersama pemangku adat dan pihak perusahaan. Namun pada tanggal 18 Januari 2025 pihak perusahaan melaporkan (membuat pengaduan) kepada Polres Sanggau. (Red)

Related Posts

Kegiatan Kurve Pasca Banjir Dalam Rangka Memberikan Bantuan Pembersihan Dan Percepat Pemulihan Yang Terdampak Banjir Di Desa Nusa Jaya

SUARA GEMILANG NUSANTARA  OKU Timur – Pada hari Senin tanggal 12 Januari 2026 sekira pukul 11.15 WIB telah berlangsung kegiatan Kurve pasca banjir dalam rangka memberikan bantuan pembersihan yang terdampak  banjir…

Tim Rajawali Satresnarkoba Polres Sarolangun Tangkap Pengedar Sabu di Rantau Tenang

SUARA GEMILANG NUSANTARA Sarolangun – Tim Rajawali Satresnarkoba Polres Sarolangun berhasil mengamankan seorang pemuda berinisial SA alias Bas (44) yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu di Desa Rantau Tenang,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kamu melewatkan

Kegiatan Kurve Pasca Banjir Dalam Rangka Memberikan Bantuan Pembersihan Dan Percepat Pemulihan Yang Terdampak Banjir Di Desa Nusa Jaya

Kegiatan Kurve Pasca Banjir Dalam Rangka Memberikan Bantuan Pembersihan Dan Percepat Pemulihan Yang  Terdampak Banjir Di Desa Nusa Jaya

Tim Rajawali Satresnarkoba Polres Sarolangun Tangkap Pengedar Sabu di Rantau Tenang

  • By yogi
  • Januari 12, 2026
  • 15 views
Tim Rajawali Satresnarkoba Polres Sarolangun Tangkap Pengedar Sabu di Rantau Tenang

Diduga Kepala Desa Tanjung Jual Tanah DMJ Jalan Lintas untuk Kantor BAZNAS, Tuai Sorotan Publik

  • By yogi
  • Januari 12, 2026
  • 12 views
Diduga Kepala Desa Tanjung Jual Tanah DMJ Jalan Lintas untuk Kantor BAZNAS, Tuai Sorotan Publik

5000 Ha Lahan Pertanian Terdampak Banjir di OKU Timur

5000 Ha Lahan Pertanian Terdampak Banjir di OKU Timur

GRIB Sarolangun Tegaskan Tidak Bekingi PT SMM, Siap Tindak Anggota yang Cederai SOP Ormas

  • By yogi
  • Januari 11, 2026
  • 36 views
GRIB Sarolangun Tegaskan Tidak Bekingi PT SMM, Siap Tindak Anggota yang Cederai SOP Ormas

Banjir di OKU Timur semakin meluas

Banjir di OKU Timur semakin meluas

Kades Kromongan Resmi di Laporkan Warganya ke Polres, Diduga Melakukan Pelecehan

Kades Kromongan Resmi di Laporkan Warganya ke Polres, Diduga Melakukan Pelecehan

Bupati OKU Timur Bersama Gubernur Sumsel Tinjau Lokasi Banjir di Nusa Jaya.

Bupati OKU Timur Bersama Gubernur Sumsel Tinjau Lokasi Banjir di Nusa Jaya.