SUARA GEMILANG NUSANTARA
Sarolangun – Sejumlah pedagang pasar tradisional di Kabupaten Sarolangun mengeluhkan kondisi lapak tempat mereka berjualan yang dinilai sudah lapuk, rusak, dan tidak lagi layak ditempati. Kondisi tersebut dikhawatirkan membahayakan keselamatan pedagang maupun pembeli.
Pantauan di lokasi menunjukkan, sejumlah lapak pasar tampak mengalami kerusakan parah. Papan-papan kayu lapuk, bagian beton retak dan terkelupas, serta atap yang sudah tidak layak, menjadi pemandangan sehari-hari yang harus diterima para pedagang.
“Tempat lapak kami ini sudah pada lapuk dan tak layak ditempati,” ujar salah satu pedagang, Sabtu (24/01/2026).
Ia mencontohkan, terdapat sekitar sembilan unit ruko yang sebelumnya terbakar namun hingga kini tidak ada perbaikan, bahkan terkesan dibiarkan terlantar.
Keluhan serupa disampaikan Ibu Ana, pedagang sayuran yang mengaku telah puluhan tahun berjualan di pasar tersebut. Menurutnya, bangunan pasar ini sudah berdiri sejak era 1990-an dan nyaris tidak pernah mengalami perbaikan berarti.
“Usia bangunan ini dari tahun 90-an. Sejak saya jualan di sini, tidak pernah ada perbaikan. Percuma kami sebagai pedagang, kami tak berani banyak bicara,” ungkapnya.
Ia menambahkan, meskipun sudah beberapa kali pejabat dan pihak pemerintah daerah turun meninjau langsung ke lokasi pasar, namun hingga kini belum ada realisasi perbaikan yang dirasakan pedagang.
“Sudah banyak pemerintah Sarolangun turun ke lokasi, tapi cuma sebatas omongan saja. Sampai sekarang belum ada perubahan,” keluhnya.
Para pedagang berharap pemerintah daerah, khususnya instansi terkait, dapat segera mengambil langkah konkret untuk melakukan perbaikan atau revitalisasi pasar.
Selain demi kenyamanan, kondisi bangunan yang aman juga dinilai penting untuk menjaga keselamatan serta kelangsungan aktivitas ekonomi masyarakat kecil.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola pasar maupun pemerintah daerah terkait rencana perbaikan atau revitalisasi lapak pasar tersebut.
(4091)







