SUARA GEMILANG NUSANTARA
Sarolangun — Proyek Rekonstruksi/Peningkatan Struktur Jalan Lubuk Kepayang–Kasang Melintang yang bersumber dari APBD Kabupaten Sarolangun Tahun Anggaran 2024 kini menuai sorotan publik. Jalan yang dikerjakan oleh PT Nolan Jaya Konstruksi tersebut dilaporkan mengalami kerusakan meski belum genap satu tahun sejak penyelesaian pekerjaan.
Berdasarkan dokumen resmi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sarolangun, proyek ini memiliki Nilai HPS sebesar Rp17.890.945.000 dengan masa pelaksanaan 180 hari kalender serta masa pemeliharaan 180 hari kalender. Namun kondisi fisik jalan di lapangan menunjukkan fakta yang jauh dari harapan.
Hasil pantauan di lokasi memperlihatkan lapisan aspal mengelupas, retak, bergelombang, serta terdapat tambalan yang tidak merata di sejumlah titik. Kondisi ini dinilai tidak sebanding dengan nilai anggaran dan spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen pekerjaan.
“Belum sampai setahun sudah rusak. Ini sangat kami sayangkan. Seolah-olah pengerjaan dilakukan asal jadi,” ungkap salah satu warga pengguna jalan.
Masyarakat menduga PT Nolan Jaya Konstruksi lebih mengutamakan keuntungan dibanding mutu dan daya tahan jalan. Dugaan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi, lemahnya pengawasan, serta indikasi pengurangan kualitas pekerjaan pun mencuat ke tengah masyarakat.
Padahal, dalam dokumen proyek tercantum pekerjaan lapis pondasi agregat kelas A, lapis aspal AC-WC, sistem drainase, hingga pekerjaan struktur beton yang seharusnya menjamin kekuatan dan usia teknis jalan.
Atas kondisi tersebut, masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Sarolangun, Dinas PUPR, Inspektorat, BPK, serta aparat penegak hukum (APH) untuk segera melakukan audit teknis dan pemeriksaan hukum terhadap PT Nolan Jaya Konstruksi selaku kontraktor pelaksana.
“Kami minta ada pemeriksaan serius. Jika ditemukan pelanggaran, kontraktor harus bertanggung jawab. Ini uang rakyat,” tegas warga lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, PT Nolan Jaya Konstruksi dan Dinas PUPR Kabupaten Sarolangun belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi kerusakan jalan tersebut.
(4091)








