SUARA GEMILANG NUSANTARA
WAY KANAN – Dugaan korupsi dana desa oleh kepala kampung suka dana, kecamatan buay bahuga, kabupaten way kanan, provinsi lampung. 27/01/2026.
Tindak pidana penyalahgunaan anggaran desa untuk kepentingan pribadi atau golongan, penggelembungan biaya, atau penyalahgunaan aset desa, yang merugikan keuangan negara dan kesejahteraan warga desa.
Berdasarkan temuan tim media bersumber dari masyarakat yang enggan disebut kan nama nya.
Anggaran dana desa (DD) TAHAP 2 Tahun 2025. Diduga kuat dijadikan ajang memperkaya diri oleh kepala kampung suka dana.
Temuan media dilapangan
1. Bantuan makanan tambahan yg diserahkan ke masyarakat / balita, dari dana desa berupa telur sebanyak : 2160 Butir. Dianggarkan dengan harga Rp : 4000/butir
Jumlah : Rp 8.640.000.
Hasil investigasi dilapangan , sudah dibagikan namun tidak sesuai jumlah, serta diduga kuat mar,up anggaran/melebihi nilai wajar.
Selanjut nya ditemukan Pengadaan barang berupa lemari brangkas 1 unit Rp : 10.809.020. Namun hingga saat ini lemari yang dimaksud tidak direalisasikan atau Fiktif
Pembelian Laptop 1 Unit Rp : 3.918.771 diduga fiktif
Pembayaran honor staf kampung” 12 bln x 500 : Rp 6000.000 berdasarkan temuan dan keterangan sumber informasi, bahwa staf tidak perah masuk/fiktif.
Lemari berangkas 1 unit harga Rp : 10.000.000 Melihat kondisi barang diduga kuat kepala kampung suka dana telah mar, up anggaran.
Pembangunan rabat beton dusun 4 Panjang 219″ M . Anggaran Rp. 162.48,000 diduga kuat mar, up anggaran dari harga semen.
Pembuatan tempat Parkir dianggarkan dengan harga Rp : 13.690.000 berdasarkan penelitian tidak sesuai dg anggaran yang dikeluarkan/Mar, up.
Tokoh masyarakat meminta kepada Kejaksaan dan Kepolisian Way kanan agar dapat mengambil tindakan terhadap terduga pelaku korupsi.
TW (54) mengatakan bahwa terjadi nya korupsi disebab kan Lemahnya Pengawasan: Kurangnya kontrol dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa) dan Monitoring kecamatan.
Ditempat terpisah Kepala Kampung Suka Dana Telah dikonfirmasi Langsung. Saat ditanyakan terkait temuan media ini kepala kampung suka dana. Terkesan kebingungan (RED)








