Lebih 25 Tahun Tanpa Kepastian, PT. Kresna Duta Agroindo Diduga Serobot 160 Hektar Lahan 13 Warga Desa Kasang Melintang, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun

SUARA GEMILANG NUSANTARA 

Sarolangun – Dugaan penyerobotan lahan rakyat kembali mencuat, kali ini dilakukan oleh PT. Kresna Duta Agroindo (KDA) terhadap tanah seluas ±160 hektar milik 13 warga Desa Kasang Melintang, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Ironisnya, sejak diukur oleh pihak perusahaan pada tahun 1998 dengan janji akan membayar ganti rugi, hingga kini – lebih dari 25 tahun kemudian – warga tak kunjung mendapatkan hak mereka.

Lahan yang disengketakan dulunya merupakan kebun karet produktif, yang hingga saat ini masih tampak jelas bekas-bekas tanaman karet peninggalan warga. Lokasinya berada di blok G12 atau lebih dikenal di sekitar Jembatan Asmara – kawasan yang kini menjadi bagian dari operasional perkebunan PT. KDA.

Sejak 1998, masyarakat Desa Kasang Melintang telah berkali-kali menagih janji kepada pihak perusahaan. Namun, hasilnya selalu nihil. Tidak pernah ada bukti pembayaran ganti rugi yang diberikan kepada warga maupun diketahui oleh pihak Pemerintah Desa Kasang Melintang.

Pada tahun 2019, Ketua II DPRD Kabupaten Sarolangun saat itu, Sadaini, bahkan sempat turun langsung ke lapangan untuk menindaklanjuti keluhan warga. Namun, hingga kini, tidak ada tindak lanjut berarti atau kepastian hukum atas penyelesaian sengketa tersebut.

Berbagai upaya juga telah ditempuh masyarakat, termasuk melakukan pertemuan dengan Humas PT. KDA bernama Ibnu. Lagi-lagi, jawaban yang diterima warga hanya berupa janji kosong, tanpa dokumen resmi atau kepastian pembayaran ganti rugi.

“Kami hanya minta kejelasan. Kalau benar lahan kami sudah diganti rugi, tunjukkan buktinya! Dari 1998 sampai 2025, tidak pernah ada pemberitahuan atau pembayaran apa pun kepada kami atau kepala desa,” tegas salah seorang perwakilan pemilik lahan.

Warga menyayangkan sikap perusahaan yang terkesan lepas tangan dan tidak transparan, seolah menutup mata terhadap penderitaan rakyat kecil yang kehilangan sumber penghidupan mereka selama puluhan tahun.

Saat ini, masyarakat Desa Kasang Melintang meminta langsung bertemu dengan Direktur PT. KDA untuk menuntut penjelasan resmi, transparan, dan menyeluruh. Mereka juga mendesak DPRD Kabupaten Sarolangun, pemerintah daerah, hingga aparat penegak hukum turun tangan dan memastikan keadilan ditegakkan.

“Kami sudah terlalu lama menunggu. Kami hanya minta hak kami, bukan meminta lebih,” tambah warga lain dengan nada getir.

Landasan Hukum: Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah:
Setiap penguasaan tanah harus memiliki alas hak dan bukti sah. Perusahaan yang mengklaim sudah membayar ganti rugi wajib menunjukkan dokumen resmi.

Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia:
Pasal 36 menyatakan bahwa setiap orang berhak atas milik pribadi dan tidak seorang pun boleh dirampas miliknya secara sewenang-wenang.

Kasus ini menjadi potret nyata bagaimana konflik agraria di Kabupaten Sarolangun masih menyisakan luka lama yang tak kunjung disembuhkan. Harapan masyarakat Desa Kasang Melintang kini tinggal satu: keadilan yang nyata, bukan janji kosong.

(Yogi)

  • Related Posts

    Kegiatan Kurve Pasca Banjir Dalam Rangka Memberikan Bantuan Pembersihan Dan Percepat Pemulihan Yang Terdampak Banjir Di Desa Nusa Jaya

    SUARA GEMILANG NUSANTARA  OKU Timur – Pada hari Senin tanggal 12 Januari 2026 sekira pukul 11.15 WIB telah berlangsung kegiatan Kurve pasca banjir dalam rangka memberikan bantuan pembersihan yang terdampak  banjir…

    Tim Rajawali Satresnarkoba Polres Sarolangun Tangkap Pengedar Sabu di Rantau Tenang

    SUARA GEMILANG NUSANTARA Sarolangun – Tim Rajawali Satresnarkoba Polres Sarolangun berhasil mengamankan seorang pemuda berinisial SA alias Bas (44) yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu di Desa Rantau Tenang,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Kamu melewatkan

    Kegiatan Kurve Pasca Banjir Dalam Rangka Memberikan Bantuan Pembersihan Dan Percepat Pemulihan Yang Terdampak Banjir Di Desa Nusa Jaya

    Kegiatan Kurve Pasca Banjir Dalam Rangka Memberikan Bantuan Pembersihan Dan Percepat Pemulihan Yang  Terdampak Banjir Di Desa Nusa Jaya

    Tim Rajawali Satresnarkoba Polres Sarolangun Tangkap Pengedar Sabu di Rantau Tenang

    • By yogi
    • Januari 12, 2026
    • 15 views
    Tim Rajawali Satresnarkoba Polres Sarolangun Tangkap Pengedar Sabu di Rantau Tenang

    Diduga Kepala Desa Tanjung Jual Tanah DMJ Jalan Lintas untuk Kantor BAZNAS, Tuai Sorotan Publik

    • By yogi
    • Januari 12, 2026
    • 11 views
    Diduga Kepala Desa Tanjung Jual Tanah DMJ Jalan Lintas untuk Kantor BAZNAS, Tuai Sorotan Publik

    5000 Ha Lahan Pertanian Terdampak Banjir di OKU Timur

    5000 Ha Lahan Pertanian Terdampak Banjir di OKU Timur

    GRIB Sarolangun Tegaskan Tidak Bekingi PT SMM, Siap Tindak Anggota yang Cederai SOP Ormas

    • By yogi
    • Januari 11, 2026
    • 35 views
    GRIB Sarolangun Tegaskan Tidak Bekingi PT SMM, Siap Tindak Anggota yang Cederai SOP Ormas

    Banjir di OKU Timur semakin meluas

    Banjir di OKU Timur semakin meluas

    Kades Kromongan Resmi di Laporkan Warganya ke Polres, Diduga Melakukan Pelecehan

    Kades Kromongan Resmi di Laporkan Warganya ke Polres, Diduga Melakukan Pelecehan

    Bupati OKU Timur Bersama Gubernur Sumsel Tinjau Lokasi Banjir di Nusa Jaya.

    Bupati OKU Timur Bersama Gubernur Sumsel Tinjau Lokasi Banjir di Nusa Jaya.