SURAT GEMILANG NUSANTARA
Merangin – Pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Merangin yang menyebut “mahasiswa seperti preman” menuai reaksi keras dari kalangan aktivis mahasiswa. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Merangin secara tegas mengecam pernyataan tersebut dan meminta Sekda segera memberikan klarifikasi kepada publik.
Melalui poster pernyataan sikap yang beredar, PC PMII Merangin menilai ucapan tersebut telah melukai marwah dan kehormatan mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol sosial di tengah masyarakat.
Demisioner Ketua Umum PMII Merangin periode 2016-2017, Hijrul Aswad, menyampaikan bahwa mahasiswa selama ini hadir sebagai mitra kritis pemerintah dalam menyampaikan aspirasi rakyat. Oleh karena itu, menurutnya, pernyataan yang dianggap menyudutkan mahasiswa sangat disayangkan keluar dari seorang pejabat daerah.
“Kami meminta Sekda Merangin untuk memberikan klarifikasi dan meminta maaf atas pernyataan tersebut. Mahasiswa bukan preman, tetapi bagian dari elemen masyarakat yang memiliki peran penting dalam demokrasi,” tegasnya.
PMII Merangin juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga etika dalam menyampaikan pendapat, terutama pejabat publik yang menjadi panutan masyarakat. Organisasi mahasiswa itu berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara bijak agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Sekda Merangin terkait tuntutan klarifikasi tersebut.
(4091)







