SUARA GEMILANG NUSANTARA
Sarolangun – Sebuah video berdurasi 43 detik yang direkam warga Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun, memicu kekhawatiran publik.
Dalam rekaman tersebut, warga menyebutkan bahwa sungai di wilayah Singkut diduga telah tercemar limbah dari pabrik mini brondolan kelapa sawit milik PT Samudra Mahkota Mas (SMM) yang berlokasi di Desa Pelawan.
Video itu dengan cepat menyebar dan menjadi perhatian masyarakat, terutama warga yang menggantungkan kebutuhan air dari aliran sungai tersebut.
Menindaklanjuti informasi tersebut, awak media melakukan konfirmasi langsung kepada pihak perusahaan. Perwakilan PT SMM, Iskandar, memberikan klarifikasi terkait dugaan pencemaran tersebut.
Ia menegaskan bahwa kondisi di lapangan tidak menunjukkan adanya dampak limbah dari perusahaan terhadap lingkungan sekitar.
“Ini sudah dikonfirmasi oleh warga yang tinggal di belakang pabrik dan melakukan budidaya ikan di kolam. Ikan mereka dalam kondisi baik-baik saja, padahal menggunakan sumber air yang sama,” ujar Iskandar.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dugaan pencemaran yang terlihat dalam video kemungkinan disebabkan oleh faktor lain.
“Diduga itu akibat penggunaan potas, bukan dari limbah pabrik,” tambahnya.
Iskandar juga menjelaskan bahwa sistem pengelolaan limbah perusahaan masih dalam kondisi terkendali dan belum mencapai kapasitas maksimal.
“Kolam limbah kami belum penuh, bahkan masih ada dua kolam yang belum terisi,” jelasnya.
Meski demikian, masyarakat berharap adanya penelusuran lebih lanjut dari pihak terkait guna memastikan kondisi sebenarnya di lapangan. Pemeriksaan dari instansi lingkungan hidup dinilai penting untuk memberikan kepastian serta menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan warga sekitar.
(4091)







