SUARA GEMILANG NUSANTARA
Sarolangun – Puluhan emak-emak dari bersama mahasiswa dan sejumlah aktivis LSM menggelar aksi unjuk rasa di kantor Bupati . Massa mendesak pemerintah daerah menghentikan aktivitas PT SMM atau yang disebut warga sebagai perusahaan pengolahan berondol sawit yang diduga menimbulkan polusi bau menyengat.
Dalam aksi tersebut, para ibu-ibu tampak menyuarakan kekecewaan mereka terhadap sikap pemerintah daerah yang dinilai belum berpihak kepada masyarakat terdampak.
“Kenapa Pak Bupati H. Hurmin tidak mau menemui kami? Pak Bupati membela perusahaan atau masyarakat? Kami masyarakat yang memilih bapak menjadi bupati, bukan perusahaan,” teriak salah seorang ibu peserta aksi di tengah kerumunan massa.
Warga mengaku aroma tidak sedap dari aktivitas perusahaan diduga telah mengganggu kenyamanan lingkungan bahkan dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan anak-anak mereka.
Selain membawa poster dan melakukan orasi bergantian, massa juga meminta pemerintah daerah segera mengambil tindakan tegas sebelum situasi memanas lebih jauh.
Sementara itu, perwakilan LSM ARJI, Dani, menegaskan pihaknya meminta Bupati Sarolangun segera menghentikan sementara aktivitas perusahaan tersebut karena penolakan masyarakat dinilai masih sangat kuat.
“Kami meminta kepada Bupati Sarolangun menghentikan sementara kegiatan PT SMM. Warga setempat masih sangat menolak keberadaan pabrik tersebut,” ujarnya.
Menurut Dani, terdapat beberapa alasan utama penolakan masyarakat. Di antaranya warga disebut tidak pernah dilibatkan dalam sosialisasi awal pendirian pabrik, lokasi pabrik yang dinilai terlalu dekat dengan permukiman warga, serta aroma busuk menyengat yang disebut sangat mengganggu masyarakat sekitar.
“Dasar inilah warga sangat menolak pabrik sawit tersebut. Kami juga akan mengambil langkah lebih serius dengan melayangkan laporan ke KLHK,” tegasnya.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Hingga aksi berlangsung, massa mengaku kecewa karena belum mendapat jawaban langsung dari pihak pemerintah daerah maupun Bupati Sarolangun terkait tuntutan mereka.
Warga berharap pemerintah segera turun langsung melihat kondisi di lapangan agar persoalan tersebut tidak terus memicu kemarahan masyarakat.
(4091)







